Selasa, 27 April 2010

FORMASI V PERKASA UTAMA


Filosofi Perkasa Bertumbuh kembang bersama dengan Formasi "V".
Sesuai dengan Visi Perusahaan Perkasa Utama Bertumbuh kembang bersama, maka Jajaran Staff, Marketing dan Management Perkasa Utama bersama-sama membentuk barisan dengan Formasi "V". Disini kita akan belajar mengenai fakta ilmiah tentang mengapa Team Perkasa Utama Merapatkan Barisan menggunakan formasi "V" Angsa :

Fakta 1:
Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu
memberikan "daya dukung" bagi burung yang terbang tepat
di belakangnya. Ini terjadi karena burung yang terbang
di belakang tidak perlu bersusah-payah untuk menembus
'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

Pelajaran:
Setiap orang anggota / TEAM (Management, Staff & Marketing) yang bergerak dalam arah (MISI) dan tujuan (VISI) yang sama serta saling berbagi dalam kelompok kerja, dapat mencapai tujuan (GOAL) mereka dengan lebih cepat dan lebih mudah (GLO). Ini terjadi karena setiap anggota Perkasa (Management, Staff & Marketing) menjalaninya dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta 2:
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan
suara riuh rendah dari belakang untuk memberikan
semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga
kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran:
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan
memberikan kekuatan (dalam hal ini kita dituntut untuk saling mengingatkan akan tugas-tugas Rekan-rekan kita dan saling menguatkan (memberi motivasi) sesama rekan-rekan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar karena di ingatkan akan tugas yang lupa dan memberi motivasi bahwa pekerjaan yang susah akan menjadi mudah jika kita kerjakan bersama (Kekuatan yang mendukung). Berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

Fakta 3:
Kalau seekor angsa terbang keluar dari
formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit
untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali
ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya
dukung yang diberikan burung di depannya.

Pelajaran:
Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti
seekor angsa, kita akan tinggal dalam formasi dengan
mereka yang berjalan di depan. Kita akan mau menerima
bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya.
Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri
daripada melakukannya bersama-sama.

Fakta 4:
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan
menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi,
dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran:
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang
sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan
memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa,
manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam
hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan
dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta 5:
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka,
atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar
dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya
terbang turun untuk membantu dan melindungi.
Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia
mati atau dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan
terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan
membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran:
Kalau Rekan kita sedang mengalami kesulitan / kesukaran seperti angsa kita juga akan berada disamping rekan kerja kita mendampinginya, memotivasinya mendukungnya dan membantunya melewati masa-masa yang sukar bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar